Mungkin kita sudah membuat tindakan, sudah melakukan hal yang diperlukan untuk mencapai mimpi kita untuk memperbaiki diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tapi, ada satu hal lagi yang perlu untuk dilakukan, yaitu melakukan tracking, me-review, dan mengkontrol apa yang kita lakukan, dengan cara Journaling. Dan juga, kita perlu untuk menjaga kesehatan mental kita, dan itu bisa kita capai dengan melakukan journaling.
Journaling itu simplenya adalah mencatat, merekam, dan melacak yang kita lakukan, yang kita pikirkan dan yang kita rasakan. Ada banyak jenis journaling, dream journaling untuk melacak apa yang terjadi di alam bawah sadar kita ketika tidur, food journaling untuk mentrack bagaimana diet kita berjalan, workout journaling untuk mentrack bagaimana olahraga yang kita lakukan atau mungkin sesimple diary.
Track, ini kata kuncinya, dengan menulis journal, kita bisa melacak apa yang kita lakukan, memetakan kemajuan kita dan kita bisa melihat perkembangan kita sendiri yang kadang tidak terlalu jelas kalau tidak dicatat atau direkam. Goal kita dalam tulisan kali ini adalah untuk menjadi lebih baik. Dengan journal, kita bisa merekam keseharian kita, apa yang kita pikirkan dan rasakan. Dan juga kita bisa merekam bagaimana perkembangan kita menuju hidup yang ada di depan kita.
Dalam satu studi di Amerika pada tahun 90an, mereka mengumpulkan 2 grup, satu grup disuruh untuk menuliskan mimpi mereka dengan detail dan jelas dan grup yang satunya cuma disuruh untuk memikirkannya Peneliti ini terus mentrack 2 grup tadi. Mereka menemukan bahwa grup yang menuliskan mimpinya di kertas dengan detail punya kemungkinan untuk sukses jauh lebih besar dari mereka yang tidak menuliskannya. Dengan hanya menulis mimpi-mimpimu dengan jelas di journalmu kamu bisa mendapat kesempatan untuk sukses lebih besar. Ini bisa terjadi karena ketika kita menuliskan mimpi kita, itu secara tidak langsung membuat rasa ingin mencapai mimpi itu jadi lebih kuat dan entah bagaimana mimpi itu tersimpan di alam bawah sadar kita dan membuat kita jadi lebih termotivasi untuk menggapainya.
Satu studi menunjukkan bahwa Journaling dapat membuat perubahan dalam susunan otak kita, membuatnya jadi lebih mudah untuk berpikir. Jordan Peterson, profesor psikologi di University of Toronto percaya bahwa menuliskan pemikiran kita adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan kita dalam berpikir, terutama berpikir kritis. Ini sangat masuk akal melihat orang-orang yang paling berpengaruh dan yang juga paling genius seperti Leonardo Da Vinci, Isaac Newton dan Ben Franklin juga menulis dalam journal mereka.
Menurut riset demi riset yang sudah sering dilakukan, journaling dapat membuat mental kita jadi lebih sehat. Journaling dapat menurunkan depresi dan menjernihkan pikiran kita. Menurut seorang Psikolog bernama Dr James Pennebaker, journaling tidak hanya dapat menurunkan depresi dan anxiety tapi juga dapat membuat sel imun dalam tubuh menjadi lebih kuat. Journaling juga bisa menjadi pilihan alternatif kita untuk meditasi, membuat kita mempunyai koneksi yang lebih kuat dengan pemikiran dan perasaan kita sendiri.
Riset menunjukkan, memiliki hubungan dengan pemikiran kita dapat menurunkan tingkat stres, mengkontrol perhatian, meregulasi emosi kita dan memperkuat self-awareness kita. Dengan menuliskan perasaan kita setiap hari, apa yang kita pikirkan dan rasakan saat itu, akan membantu kita melihat pemikiran kita sendiri secara lebih objektif.
Dan journaling juga dapat membuat kita melihat koneksi yang jarang kita lihat sebelumnya. Dan dengan menganalisa perasaan kita, pemikiran-pemikiran yang berdatangan diotak kita, kita bisa mengenal diri kita jadi lebih baik lagi, kita bisa sadar dengan diri sendiri, kekuatan dan kelemahan kita, yang nantinya akan meningkatkan self-awareness kita. Otak kita sangatlah emosional dan juga sangat subjektif, ketika suatu masalah datang kepada kita, otak kita bukannya mencoba mencari solusi tapi malah fokus ke hal yang sedang terjadi saat itu. Otak kita terpenuhi dengan perasaan-perasaan yang datang ketika masalah bermunculan. Tapi dengan menuliskan masalah itu, kita bisa jadi jauh lebih objektif, kita bisa melihat masalah itu sebagai 'masalah', mirip seperti masalah itu adalah milik orang lain bukan milik kita sendiri dan itu akan membuat kita jadi lebih mudah untuk menyelesaikannya.
Kita kadang tidak bisa menyelesaikan satu masalah karena banyak sekali distraksi yang ada di otak kita, dan dengan menuliskannnya, kita bisa memfokuskan diri ke masalah itu dan otak kita bisa memberikan ide-ide yang nantinya bisa jadi solusi untuk masalah yang sedang kita hadapi.
Jadi, mulai sekarang, cobalah untuk untuk menulis dalam jurnal, cobalah untuk menuliskan pemikiran dan perasaanmu di kertas atau mungkin digital. Dan satu hal yang perlu untuk diketahui, tulisanmu tidak harus bagus, kamu menulis journal itu untuk dirimu sendiri bukan untuk orang lain. Ketika menulis, cobalah untuk fokus dan keluarkan semua isi pikiranmu ke atas kertas itu, tulis apa saja, kalau ingin menggambar, gambar, itu journal milikmu sendiri. Saya pribadi suka menulis mimpi- mimpiku, mentrack bagaimana hariku, menulis ide-ide, mencoba memecahkan masalah, menulis pemikiran dan perasaan, kadang juga menggambar random. Atau kalau kamu mau journal yang terstruktur, aku punya satu jurnal namanya growth journal atau improve journal. Dalam journal ini kita menulis 3 hal, yaitu develop, problem dan plan. Jadi, ketika kita menulis, kita membagikan tulisan itu jadi 3 bagian. Dalam develop, kita menulis hal-hal yang kita rasa adalah suatu perkembangan yang terjadi di hari itu. Dalam problem, kita mencoba menyelesaikan masalah dalam hari itu. Ini adalah teknik inversion, yaitu dengan memecahkan masalah, kita membuat masalah hidup kita jadi lebih tidak buruk, yang berarti jadi lebih baik. Dan dalam plan, kita merencanakan apa yang akan kita lakukan besok untuk menjaga perkembangan kita.
Otak kita itu mirip seperti taman, kadang yang tumbuh disana adalah pohon yang indah atau bunga yang harum. Tapi, kadang ketika kita tidak menjaganya, rumput-rumput liar akan bermunculan membuat taman kita jadi tidak seindah sebelumnya. Dan dengan journaling kita bisa mencabut rumput itu dan membuat pemikiran yang lebih positif kedepannya. Seperti yang dikatakan oleh Robinson, journaling dapat membantu mengubah pemikiran-pemikiran kita yang negatif menjadi lebih positif, terutama pemikiran kita tentang diri sendiri. Memang kita tidak bisa merasa langsung lebih baik, tapi kita bisa menerima perasaan- perasaan yang kita miliki dan mengubah diri kita yang biasanya overthinking, merasa kosong dan tidak termotivasi jadi kembali ke kebiasaan yang kita mulai, kembali bekerja, dan kembali hidup sehat dengan mental yang lebih sehat tentunya.
Hari-hari yang kita jalani setiap harinya susah untuk dipahami dan dengan journaling, kita bisa mendapat pandangan yang lebih luas tentang hidup kita.
Itulah sekilah tentang journaling dalam hidup. Terima kasih telah membaca tulisan kali ini.



